“Bersinergi Membangun Negeri”

Sebagai mahluk sosial sudah selayaknya kita saling membutuhkan satu sama lain, apa yang tidak bisa saya lakukan mungkin akan terasa mudah dengan adanya orang yang dapat membantu disisi saya. Itulah kemudian alasan bahwa untuk mengubah dunia ini dibutuhkan kepedulian dari diri setiap mahluk sosial tersebut.

Tinggal didaerah yang boleh dikata masih sangat tertinggal membuat saya terbiasa menghadapi kondisi yang sulit, bermacam kharakter manusia telah pernah saya temui. Ini kemudian menginspirasi saya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Anti- Corruption Youth Camp 2015. Telah aktif diberbagai macam organisasi baik intra maupun extra kampus membuat saya mengerti akan kondisi tersulit bangsa ini. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme adalah gambaran kejadian yang sudah lumrah terjadi di negeri kita. Lagi – lagi semua didasari atas kekuasaan dan keserakahan, saya mungkin anak baru yang tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, hanya coba meraba-raba dengan kemampuan seadanya. Namun satu hal yang saya yakini dalam hidup, setiap manusia diciptakan mewarisi sifat tuhannya maka pastilah kebenaran dan kejujuran melekat pada diri mereka.

Saat ini di kampung halaman, saya mempunyai komunitas Peduli Pendidikan anak pedalaman yang saya beri nama MOSIKOLA. Semangat ingin mengubah perspektif anak suku terasing akan dunia membuat saya terus berusaha untuk menjadi figure terbaik bagi mereka, serta sudah menjadi kewajiban menanamkan hal-hal positif sejak dini sehingga kelak mereka tidak mewarisi sifat jelek dari para pendahulunya. Dahulupun ketika masih berstatus mahasiswa saya turut mengambil bagian dalam penyelamatan generasi bangsa dari Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS, sosialisasi di kalangan mahasiswa, sekolah-sekolah dan masyarakat dan Melakukan advokasi terhadap para pengguna juga sering saya lakoni agar target kami bisa dicapai. Indonesia Bersih Tanpa Narkoba.

Tidak ada yang mudah didunia ini, semua didesain dengan tingkat kesulitannya masing-masing. sebagai contoh untuk mengubah kebiasaan yang sudah membudaya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, butuh konsistensi, Komitmen dan integritas dari para pelakunya. Kecerdasan dan pendidikan yang tinggi belum mampu menjamin bahwa seseorang akan berperilaku baik, menaati hukum secara adil serta menjadi suri tauladan bagi yang lain karena Lingkungan yang rusak juga berpengaruh penting dalam pembentukan perilaku seseorang.

Olehnya Karena itu saya memotivasi diri untuk terus berbuat dan berbuat apa yang bisa saya berikan kepada indonesiaku, suatu hari pasti akan ada hasil dari jepiyah saya hari ini. Semoga saya pun diberikan kesempatan untuk mengambil ilmu pada kegiatan anti korupsi ini dan menjadi bagian dari upaya pembentasan korupsi di indonesia.

My best regard

Fiki Ferianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s