“Hubungan”

Saya  mulai menulis kata perkata dalam pikiran ini dan tak tahu akan bermuara kemana ujung dari ceritanya.

Banyak yang datang banyak pula yang pergi seakan begitu mudah hal itu terjadi, waktu demi waktu terus saja berganti meninggalkan cerita cerita manis disetiap bagiannya. Mendapatkan sesuatu yang baru entah berupa barang, pengalaman atau mungkin orang baru yang hadir dalam perjalanan hidup adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Namun dari semua itu, orang baru yang kemudian menjadi teman atau bahkan keluarga ialah hal yang paling penting. Mereka hadir menjadi pewarna dari kekakuan hidup ini, memberi senyuman atau bahkan amarah adalah kebiasaan mereka hingga pada akhirnya berubah menjadi bumbu-bumbu kebersamaan.

                Dalam kehidupan saya bukanlah orang yang tangguh, karena seringkali kalah dalam pertarungan. Saya sangat lemah untuk menghadapi semuannya seorang diri, seakan energy itu hilang ketika mereka sang penyemangatku tak lagi berdiri tepat disampingku. Mereka dipaksa pergi oleh waktu tanpa kompromi, tak peduli apa alasan yang hendak kuutarakan karena waktu begitu cepat berlalu. Ketika semua hilang, saya masih belum mampu untuk berdiri melihat kelangit untuk menyadari bahwa itulah hukum bumi. Yang saya lakukan hanyalah coba kembali menengok  kebelakang. Coba membuka lembaran-lembaran cerita kami, termenung dan lesu . kadang tak terasa air mata dengan canggungnya keluar menetes dibagian pipi, seakan menjelaskan perasaan saya saat itu. Memang bodoh berlarut-larut dalam kesedihan seperti itu, namun begitulah adanya saya terlalu menyayangi mereka hingga saya mudah kalah oleh perasaan sendiri.

Hubungan emosional adalah satu bagian dengan ribuan atau bahkan jutaan kekuatan yang mungkin lebih kuat dari tenaga pembangkit listrik manapun. Karena ketika hubungan itu telah terjalin maka energypun ikut tumbuh menyertainya. Makin dekat emosianalnya, makin kuat persaudaraannya. Jika coba mengintip pada kekehidupannya nyata maka mari kita  ambil cerita novel yang kemudian diangkat kelayar lebar perfilman Indonesia. Mereka adalah 5 bersahabat. Datang dari berbagai kalangan dipenjuru negeri, dengan mimpi yang bervariasi menyatu dalam khuyuknya pondok pesantren islami. Perbedaan latarbelakang  menjadikan mereka sebuah team yang kompak lagi unik. Kebersamaanpun terbangun begitu cepatnya, segala aktvitas dilakukan secara bersama sama. Saling menyemangati dan memotivasi adalah rutinitas mereka. hingga pada suatu hari salah seorang anggota ditimpa musibah, ia harus kembali kekampung halamannya merawat sang nenek yang lagi sakit keras. Sontak saja, kabar itu membuat para sahabat sedih dan sedikit merapuhkan kebersamaan meraka. Namun tidaklah dikatakan persahabatan jika semua saling ego satu sama lain. Sebelum kepergiannya ,(Baso Namanya )ia berpesan kepada para sahabat untuk terus belajar, semangat menggapai cita-cita yang telah mereka rangkai bersama hingga masanya tiba mereka akan berkumpul kembali dengan foto berlatar belakang 5 menara impian mereka dan itupun menjadi sebuah kenyataan. Sungguh kebersamaan yang dibangun dengan kedekatan emosional sangatlah kuat dari apa yang kita bayangkan.

  Dan pada kesimpunnya ,Hidup terus berjalan, tak mau menunggu mereka yang terlalu lama terdiam dalam kegalaunnya. Ia terus berrevolusi menjadi dunia yang baru sehingga mau tak mau saya pun harus bangkit untuk berdiri menantangnya. Saya akan tetap mengenang semua cerita bahagia itu bersama kalian para sahabat dan keluarga kecilku, karena kalianlah salah satu alasan yang membuat kaki ini masih mampu berdiri menghadapi setiap rintangan dalam mewujudkan mimpi mimpi besar kita bersama. Jika suatu hari nanti saya lupa akan janji ini tolong ingatkan, jika suatu hari nanti perasaan lemah ini datang menyerang dan kalian taka da disampingku, maka doakan saya agar tetap konsisten mempertahankan semangat yang dulu sempat kita bicarakan dalam penggalan percakapan kala itu, karena sahabatmu ini bukanlah siapa-siapa, ia hanya orang sederhana yang bangkit berkat dorongan dari kalian, jadi jangan lupakan setiap kisah kegilaan kita dulu dan biarkan menjadi kutipan kusam nan berharga dibenak kita masing masing.

Sahabatmu,

Fiki ferianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s